Bayangkan laporan akhir bulan bilang sisa budget sebuah pekerjaan masih Rp2,3 juta. Kelihatannya aman. Padahal pekerjaannya terlambat, biayanya sedikit boros, dan kalau tren ini berlanjut, biaya akhirnya akan melewati budget.
Laporan budget biasa melihat ke belakang. Untuk melihat ke depan, Anda butuh kurva S dan Earned Value Management (EVM).
Tiga angka yang perlu dibandingkan
EVM membandingkan tiga angka dalam Rupiah:
- PV (Planned Value): budget yang seharusnya sudah terserap menurut jadwal.
- EV (Earned Value): nilai budget dari pekerjaan yang benar-benar terpasang.
- AC (Actual Cost): biaya yang benar-benar keluar.
Kuncinya ada di EV. Membandingkan rencana dengan biaya secara langsung bisa menyesatkan, karena biaya kecil bisa berarti hemat, bisa juga pekerjaannya belum jalan. EV menerjemahkan progress fisik ke Rupiah, sehingga perbandingannya adil.
Dari situ keluar dua indikator: SPI = EV ÷ PV untuk jadwal dan CPI = EV ÷ AC untuk biaya. Nilai di bawah 1 berarti terlambat atau boros.
Contoh dari simulasi
Untuk pekerjaan dinding bata dengan budget Rp80.725.000, kondisi per 31 Januari:
| Indikator | Nilai | Artinya |
|---|---|---|
| Rencana vs realisasi | 52% vs 48% | Tertinggal 4 poin |
| SPI | 0,92 | Terlambat |
| CPI | 0,99 | Sedikit boros |
| EAC (biaya akhir) | Rp81.316.667 | Lewat budget Rp591.667 |
Laporan budget bilang aman, EVM menyalakan lampu kuning. Selisih informasi inilah yang membuat manajemen bisa bertindak di bulan pertama, bukan di bulan terakhir.
ETC, EAC, dan forecast PM
ETC adalah perkiraan biaya untuk menyelesaikan sisa pekerjaan. Default-nya dihitung dari kinerja biaya sejauh ini (metode CPI), atau dari sisa budget sesuai pilihan perusahaan. EAC = AC + ETC, yaitu perkiraan total biaya sampai selesai.
Hitungan otomatis tidak selalu tahu kondisi lapangan, misalnya harga bata naik atau subkon baru nego ulang. Karena itu PM bisa mengajukan forecast sendiri per WBS. Setelah di-approve, forecast ini menggantikan hitungan otomatis.
Dashboard tetap menampilkan EAC metode CPI dan CPI sisa sebagai pembanding, jadi forecast yang terlalu optimis langsung ketahuan. Kalau EAC lebih kecil dari biaya yang sudah pasti keluar, muncul peringatan merah.
Satu layar untuk seluruh portofolio
Menu Dashboard punya dua tab. Tab Portofolio menampilkan semua proyek dalam satu tabel: nilai kontrak, rencana vs realisasi, SPI, CPI, EAC, margin forecast, tagihan, piutang, dan status merah, kuning, atau hijau.
Tab Proyek menampilkan kurva S fisik, kurva S biaya, EVM per WBS, lima WBS paling berisiko, dan material di atas standar. Ada juga pilihan Per tanggal untuk melihat kondisi proyek pada tanggal tertentu di masa lalu.
Semua angka ini dihitung dari transaksi yang sama dengan laporan biaya: BA owner yang di-approve, pengeluaran material, dan jurnal yang sudah diposting. Tidak ada input ganda khusus untuk dashboard.