ERP UNTUK INDUSTRI KONSTRUKSI

Odoo Construction

Kelola proyek konstruksi, kontrak, RAB, material, procurement, progress pekerjaan, hingga penagihan dalam satu sistem terintegrasi.

Konsultasi Gratis Lihat Fitur

Construction ERP

Satu Sistem untuk Mengendalikan Proyek Konstruksi

Odoo Construction membantu menghubungkan proses proyek, kontrak, estimasi, RAB, kebutuhan material, pembelian, penggunaan material, pekerjaan, penyelesaian proyek, dan penagihan.

Dalam demo sistem, proses dimulai dari pembuatan project dan analytic account, kemudian dilanjutkan dengan kontrak, estimator, RAB, stock request, procurement, material usage, completion request, hingga invoice dan analytic reporting.

Tantangan dalam Mengelola Proyek Konstruksi

Proyek konstruksi melibatkan banyak aktivitas, dokumen, material, supplier, tenaga kerja, termin pembayaran, dan transaksi keuangan.

Proyek Terpisah

Informasi proyek, customer, kontrak, dan aktivitas operasional sering tersebar di berbagai tempat.

Material Sulit Dikontrol

Kebutuhan material harus disesuaikan dengan RAB, ketersediaan gudang, procurement, dan penggunaan di proyek.

Progress dan Tagihan

Progress pekerjaan harus terhubung dengan completion, termin pembayaran, dan invoice kepada customer.

Fitur Utama

Odoo Construction dalam Satu Platform

Setiap bagian proyek dapat terhubung dalam satu alur kerja yang terintegrasi.

01

Project Management

Buat project berdasarkan customer dan lokasi proyek. Project dapat dikaitkan dengan analytic account untuk kebutuhan monitoring dan reporting.

02

Contract Management

Kelola kontrak proyek, detail pekerjaan, estimator, nilai kontrak, payment term, dan dokumen SPK.

03

Estimator

Tentukan estimator yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan dan estimasi proyek.

04

RAB

Buat RAB berdasarkan project dan tentukan kebutuhan quantity material yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan.

05

Stock Request

Ajukan kebutuhan material berdasarkan kebutuhan proyek dan pantau status permintaan hingga material siap dikirim.

06

Procurement

Material yang tidak tersedia dapat diteruskan ke purchase request, RFQ, purchase order, hingga penerimaan barang.

07

Material Management

Pantau material yang dikirim ke lokasi proyek dan catat material usage selama pekerjaan berlangsung.

08

Manufacturing

Untuk kebutuhan tertentu, proses produksi dapat terhubung dengan stock request dan kebutuhan material proyek.

09

Completion & Billing

Completion request digunakan untuk mencatat penyelesaian pekerjaan dan menjadi bagian dari proses penagihan kepada customer.

Integrated Workflow

Dari Kontrak hingga Invoice

Alur proyek terhubung dari awal sampai akhir.

1. Contract

Project, customer, kontrak, estimator dan payment term.

2. RAB

Tentukan kebutuhan pekerjaan dan material proyek.

3. Procurement

Stock request, purchase request, RFQ, PO dan penerimaan.

4. Billing

Completion request, progress dan customer invoice.

Material Control

Material Tidak Berhenti di Gudang

Pantau perjalanan material dari warehouse hingga digunakan di lokasi proyek.

Stock Request

Kebutuhan material proyek dibuat melalui stock request.

Warehouse

Material yang tersedia dapat diproses dan dikirim menuju lokasi proyek.

Material Usage

Material yang telah digunakan dapat dicatat sehingga pemakaian proyek dapat ditelusuri.

Stock Movement

Pergerakan stok tercatat dalam sistem dan dapat digunakan untuk kebutuhan reporting.

Pengelolaan Material yang Lebih Terstruktur

Sistem membedakan perlakuan material berdasarkan karakteristik produknya.

Storable Product

Material storable dapat dipantau persediaannya dan dicatat penggunaannya pada proyek.

  • Masuk dalam pengelolaan inventory
  • Dapat ditelusuri penggunaannya
  • Stock movement tercatat
  • Dapat digunakan kembali jika masih tersisa

Consumable Product

Material consumable diperlakukan sebagai expense sehingga tidak memerlukan tracking material usage seperti material storable.

  • Diproses sebagai expense
  • Tidak memerlukan tracking usage yang sama
  • Sesuai untuk kebutuhan konsumsi langsung

Procurement Automation

Material Tidak Tersedia? Sistem Melanjutkan Proses Procurement

Dalam demo, ketika kebutuhan material tidak tersedia, sistem dapat menghasilkan purchase request untuk memenuhi kebutuhan proyek.

Alur Procurement

  1. Stock Request
  2. Cek Availability
  3. Purchase Request
  4. Approval
  5. RFQ / Purchase Order
  6. Receipt

Material Tambahan Tetap Terhubung dengan Proyek

Kebutuhan tambahan seperti panel atau material spesifik dapat dibuat sebagai kebutuhan proyek, termasuk quantity, harga, desain, serial number, dan proses procurement.

Project Completion

Progress Pekerjaan Terhubung dengan Billing

Setelah pekerjaan mencapai completion, sistem dapat digunakan untuk mencatat completion request.

Dalam demo, completion mencapai 100 persen dan kemudian proses invoice dapat dilanjutkan.

Completion 100%

Setelah pekerjaan selesai sesuai completion yang ditentukan, proses penagihan dapat dilanjutkan ke customer.

Financial Integration

Proyek dan Keuangan dalam Satu Alur

Aktivitas proyek dapat terhubung dengan payment, invoice, dan analytic reporting.

Payment Term

Tentukan termin pembayaran pada kontrak proyek.

Customer Invoice

Tagihan customer dapat dibuat berdasarkan proses completion proyek.

Analytic Reporting

Aktivitas dan transaksi proyek dapat ditelusuri melalui analytic reporting.

Satu Siklus Construction ERP

Dari kontrak hingga pembayaran, seluruh proses dapat dikelola dalam satu sistem.

PROJECT
Project & Customer
CONTRACT
Contract & RAB
MATERIAL
Stock & Procurement
EXECUTION
Usage & Completion
BILLING
Customer Invoice
REPORTING
Analytic & Payment

Why Odoo Construction

Lebih dari Sekadar Project Management

Odoo Construction menghubungkan proyek dengan inventory, purchasing, manufacturing, accounting, dan billing.

Terintegrasi

Project, material, purchasing dan accounting berada dalam satu platform.

Terukur

Aktivitas material dan transaksi proyek dapat ditelusuri melalui reporting.

Terhubung

Completion pekerjaan dapat diteruskan ke proses billing customer.

FAQ Odoo Construction

Apakah Odoo dapat digunakan untuk proyek konstruksi?

Odoo dapat dikonfigurasi untuk mendukung proses project, contract, RAB, material, procurement, completion, billing, dan reporting sesuai kebutuhan perusahaan.

Apakah RAB dapat dikaitkan dengan kebutuhan material?

Dalam demo, RAB digunakan untuk menentukan kebutuhan quantity material yang kemudian dilanjutkan melalui stock request.

Bagaimana jika material tidak tersedia?

Material yang tidak tersedia dapat diteruskan ke proses purchase request dan procurement.

Apakah material yang digunakan dapat dicatat?

Ya. Material storable dapat dicatat melalui material usage sehingga pemakaian dapat ditelusuri.

Apakah proyek dapat menggunakan analytic account?

Dalam demo, project dikaitkan dengan analytic account untuk kebutuhan analytic reporting.

Apakah completion dapat digunakan untuk billing?

Ya. Dalam demo, completion request diproses hingga 100 persen dan kemudian dilanjutkan ke proses customer invoice.

Siap Mengintegrasikan Proyek Konstruksi Anda?

Diskusikan kebutuhan project, contract, RAB, material, procurement, completion, dan billing perusahaan Anda bersama Prune.id.

Prune.id - Odoo Implementation Partner

Solusi Odoo untuk membantu perusahaan mengintegrasikan proses bisnis dalam satu platform.