Odoo Overtime: Kelola Lembur Karyawan dan Integrasikan dengan Payroll
Odoo HRIS

Lembur merupakan bagian penting dalam pengelolaan karyawan, terutama bagi perusahaan yang memiliki aktivitas operasional di luar jam kerja normal.

Namun, pengelolaan lembur tidak cukup hanya mencatat berapa jam seorang karyawan bekerja. Perusahaan juga perlu mengetahui kapan lembur diperintahkan, kapan lembur dimulai dan selesai, berapa durasinya, serta bagaimana nilai lembur tersebut masuk ke payroll.

Di Odoo 19, fitur Overtime tersedia sebagai salah satu add-on tambahan untuk melengkapi HRIS.

Apa Itu Odoo Overtime?

Odoo Overtime digunakan untuk mengelola proses lembur karyawan secara terstruktur.

Dalam demo, terdapat beberapa informasi utama yang dicatat dalam pengajuan lembur, antara lain:

  • Tanggal perintah lembur

  • Waktu mulai lembur

  • Waktu selesai lembur

  • Realisasi lembur

  • Durasi lembur

  • Jumlah atau nilai lembur

Dengan struktur tersebut, perusahaan tidak hanya mempunyai catatan bahwa seorang karyawan melakukan lembur, tetapi juga memiliki informasi mengenai perintah dan realisasinya.

Dari Perintah Lembur hingga Realisasi

Salah satu aspek penting dalam pengelolaan overtime adalah membedakan antara rencana atau perintah lembur dan realisasi lembur.

Misalnya perusahaan memberikan perintah lembur kepada seorang karyawan pada tanggal tertentu.

Sistem kemudian mencatat:

Perintah Lembur → Mulai Lembur → Selesai Lembur → Realisasi → Durasi → Nilai Lembur

Informasi tersebut memberikan dasar yang lebih jelas untuk menghitung kompensasi lembur.

Mencatat Durasi Lembur

Durasi menjadi salah satu informasi penting dalam perhitungan overtime.

Odoo Overtime menyediakan pencatatan durasi lembur sehingga perusahaan dapat mengetahui berapa lama aktivitas lembur berlangsung. Data tersebut kemudian dapat digunakan dalam proses perhitungan kompensasi.

Hal ini membantu perusahaan mengurangi ketergantungan terhadap perhitungan manual menggunakan spreadsheet.

Overtime History

Data lembur yang telah diproses juga masuk ke dalam histori.

Dalam demo HRIS Odoo 19, terdapat overtime history yang menampilkan data lembur karyawan. Histori tersebut kemudian menjadi bagian dari data yang digunakan dalam proses payroll.

Dengan histori tersebut, HR dapat memiliki rekam data lembur yang lebih terorganisasi.

Terintegrasi dengan Payroll

Keunggulan penting dari Odoo Overtime adalah keterhubungannya dengan payroll.

Data lembur dapat masuk ke perhitungan gaji. Dalam contoh demo, terdapat komponen lembur yang muncul dalam perhitungan payroll, misalnya nilai lembur sebesar Rp1.000 sebagai ilustrasi.

Secara konseptual, alurnya menjadi:

Overtime → Overtime History → Payroll → Perhitungan Gaji

Dengan demikian, HR tidak perlu melakukan input ulang data lembur ketika melakukan proses payroll.

Mengurangi Risiko Kesalahan Administrasi

Pengelolaan lembur secara manual dapat menimbulkan berbagai pekerjaan administratif.

Data dari beberapa sumber harus dicocokkan:

  • Jadwal lembur

  • Realisasi

  • Durasi

  • Nilai lembur

  • Payroll

Ketika data tersebut berada dalam sistem yang terintegrasi, proses administrasi menjadi lebih sederhana.

HR dapat mengelola data lembur dari sistem HRIS, sementara informasi lembur dapat digunakan kembali dalam proses payroll.

Overtime sebagai Bagian dari HRIS Terintegrasi

Odoo Overtime tidak berdiri sendiri.

Dalam demo, data lembur merupakan bagian dari rangkaian fitur HRIS yang juga mencakup medical claim dan business trip. Data dari aktivitas tersebut dapat masuk ke histori dan kemudian digunakan dalam proses payroll.

Ini menunjukkan pendekatan HRIS yang menghubungkan aktivitas karyawan dengan kompensasi.

Manfaat Odoo Overtime

Beberapa manfaat yang dapat diperoleh perusahaan antara lain:

1. Pencatatan lembur lebih terstruktur

Tanggal perintah, waktu lembur, realisasi, dan durasi tercatat dalam sistem.

2. Memiliki histori lembur

Data overtime dapat ditelusuri kembali melalui overtime history.

3. Terintegrasi dengan payroll

Data lembur dapat digunakan dalam perhitungan gaji.

4. Mengurangi input ulang

HR tidak perlu memindahkan data lembur secara manual ke sistem payroll.

5. Mempermudah monitoring

Perusahaan mempunyai data lembur yang lebih terorganisasi untuk kebutuhan administrasi dan penggajian.

Kesimpulan

Pengelolaan lembur yang efektif membutuhkan lebih dari sekadar mencatat jam kerja tambahan.

Dengan Odoo Overtime, perusahaan dapat mengelola perintah lembur, waktu mulai dan selesai, realisasi, durasi, hingga nilai lembur. Data tersebut kemudian dapat masuk ke histori overtime dan digunakan dalam proses payroll.

Dengan pendekatan terintegrasi seperti ini, Odoo dapat membantu perusahaan membangun proses HRIS yang menghubungkan aktivitas karyawan dengan proses penggajian secara lebih sistematis.

Odoo Overtime/Lembur merupakan fitur dari Odoo HRIS Prune.ID

Odoo Medical Claim: Kelola Klaim Medis Karyawan Lebih Terintegrasi
Odoo HRIS