DP, Termin, Retensi, dan Kerja Tambah: Tagihan Proyek Tanpa Hitung Manual
Dari BA progress sampai pencairan retensi, semua dihitung dan dijurnal otomatis di Odoo 20

Tanya tim finance kontraktor mana pun, bagian paling melelahkan biasanya bukan membuat invoice, tapi menghitung isinya. Berapa potongan uang muka periode ini? Retensinya sudah berapa? Kerja tambah kemarin masuk termin yang mana? Satu salah hitung bisa berarti invoice dikembalikan owner.

Kontrak langsung dari RAB

Kontrak owner diisi dari RAB aktif dengan satu klik, lalu tinggal atur persentase uang muka, retensi, dan masa pemeliharaan. Setelah diaktifkan, baris kontrak terkunci. Perubahan nilai hanya bisa lewat variation, jadi histori kontrak selalu rapi.

Contoh: kontrak dinding bata 500 m² senilai Rp92.800.000, DP 20%, dan retensi 5%. Tagihan uang mukanya Rp18.560.000, dan sistem menolak kalau tagihan DP dibuat dua kali.

BA progress jadi invoice dalam hitungan menit

Tim site mengisi qty kumulatif di BA progress. PM approve, lalu finance klik Buat Invoice. Untuk BA 240 m², hasilnya (dalam Rupiah):

KomponenNilai
Gross periode44.544.000
Potongan uang muka (20%)−8.908.800
Retensi (5%)−2.227.200
Net sebelum pajak33.408.000

Jurnalnya terbentuk otomatis: piutang usaha, uang muka diterima, piutang retensi, dan pendapatan kontrak yang sudah membawa WBS serta analytic proyek.

Beberapa pengaman juga sudah terpasang. Hanya boleh ada satu BA draft per kontrak, qty kumulatif tidak bisa melebihi qty kontrak, dan BA yang sama tidak bisa ditagih dua kali.

Kerja tambah tanpa drama

Owner menambah 40 m² dinding di tengah jalan? Buat Variation, approve, lalu terapkan ke kontrak. Nilai kontrak naik menjadi Rp100.224.000, dan draft RAB serta RAP versi baru langsung dibuat supaya budget ikut menyesuaikan.

Di BA berikutnya, progress 280 m² otomatis dialokasikan: 260 m² ke baris kontrak awal dan 20 m² ke baris variation. Potongan uang mukanya juga cerdas. Yang dipotong adalah sisa DP Rp9.651.200, bukan 20% dari gross, jadi DP tidak terpotong berlebih.

Subkon dengan aturan yang sama

Kontrak subkon memakai mekanisme yang sama, hanya hasilnya berupa vendor bill. Opname 240 m² dengan rate Rp65.000 menghasilkan biaya subkon Rp15.600.000, yang langsung masuk actual upah di WBS terkait. Uang muka dan retensi subkon juga dipotong otomatis.

Sampai retensi cair

Setelah pekerjaan selesai, catat PHO lalu FHO. Masa pemeliharaan dihitung otomatis dari kontrak, dan FHO baru bisa di-approve setelah masa itu lewat, kecuali ada alasan override yang tercatat.

Begitu FHO beres, klik Cairkan Retensi: Rp5.011.200 untuk owner dan Rp1.755.000 untuk subkon. Saldo retensi kembali nol, dan kontrak bisa ditutup.

Hasilnya, finance tidak perlu lagi spreadsheet pendamping untuk setiap kontrak. Angka di sistem adalah angka yang ditagihkan.

Lihat Solusi Odoo 20 Construction

Material Proyek Bocor ke Mana? Lacak Bata sampai Sak Semen per WBS
Gudang site otomatis, pengeluaran wajib WBS, dan laporan pemakaian vs standar AHS